«

»

@ndikaCP

Pinggul-ku disuntik Streptomycin

Bisa anda bayangkan disuntik selama 60 kali…atau sama saja dengan disuntik tiap hari selama dua bulan. Membayangkannya saja sudah bikin takut, apalagi kalau menjalaninya. Tetapi itulah yang harus dijalani penderita tuberkulosis (TB) paru terutama pada penderita yang diulang pengobatannya karena pada pengobatan pertamanya berhenti sebelum komplit atau karena gagal pengobatan dan beberapa indikasi lainnya.

Streptomycin termasuk dalam jajaran lini pertama obat anti TB. Mempunyai kemampuan bakterisid dan termasuk dalam golongan obat aminoglycoside. Pada awal-awal pemakaiannya sekitar tahun 1944, digunakan sebagai obat tunggal dalam pengobatan TB yang akhirnya di stop karena menyebabkan terjadinya resistensi obat. Metode monoterapi yang diterapkan seperti pada awal pengobatan tuberkulosis dengan menggunakan streptomycin terbukti tidak ampuh dibanding terapi kombinasi beberapa obat anti TB.

Obat streptomycin ini harus diberikan secara deep intramuscular injection sehingganya banyak dipilihlah otot pinggul karena mempunyai otot lebih tebal. Segera setelah disuntik obat ini akan diabsorpsi dan dalam waktu 1-2 jam akan mencapai konsentrasi puncak. Didalam cairan serebrospinalis otak juga ditemukan plasma obat ini sehingga streptomycin direkomendasikan untuk pengobatan TB otak. Sebenarnya streptomycin ini harus diberikan secara suntikan bukannya untuk menyiksa pasien (plis deh..jangan buruk sangka dulu ya..)..tetapi karena obat ini diabsorpsi jelek oleh lambung dan saluran usus (gastrointestinal tract). Jadi itulah sebabnya dipakai cara suntikan yang terbukti proses absorbsi obatnya cepat.

Tetapi tidak banyak obat yang baik untuk semua organ tubuh. Salah satunya streptomycin ini, obat ini mempunyai kecendrungan untuk menumpuk di ginjal, yang menyebabkan pada pasien dengan gangguan ginjal maka dosisnya diturunkan. Sama seperti umumnya obat aminoglycoside yang mempunyai efek samping pada pusat keseimbangan (vestibular), maka pasien yang mendapat suntikan streptomycin dapat mengeluhkan pusing berat dan kepala terasa berputar (vertigo). Tetapi bagaimanapun streptomycin masih terbukti bermanfaat untuk pengobatan tuberkulosis. Semoga ada obat lain yang lebih ampuh ditemukan sehingga penderita TB tidak lagi mendapat suntikan sebanyak 60x. Semoga….

Share

No related posts.

8 comments

  1. melly

    Ass. Da cecep. Da gimana indikasi kanaamisin inj pada pd pasien kp gagal atau relap. Pasien dipraktek byk bana kp. Makasih da atas infonya.

    1. @ndikaCP
      @ndikaCP

      Wasslk..terima kasih pertanyaannya Melly. Sebenarnya sesuai dengan standar terapi dari WHO maupun Pedoman Nasional TB maka pada pasien gagal pengobatan ataupun relaps kita dapat memberikan terapi kategori 2 yaitu 2HRZES/1RHZE+5RHE. Hal ini dilakukan jika belum tersedia pemeriksaan kultur dahak/resistensi obat. Jika pasien sudah mempunyai data tes resistensi maka kita dapat mendesign pengobatan berdasarkan data yang ada.

      Berhubungan dengan Kanamicin, obat ini termasuk lini ke-2 obat anti TB. Obat ini juga termasuk dlm golongan aminoglycoside tetapi memiliki efek terapi yang kurang dibanding streptomycin serta mempunyai efek samping yang lebih berat dibanding amikacin (obat lini ke-2 TB, termasuk aminoglycoside juga). Pada pasien-pasien dengan resistensi obat ganda (MDR-TB) maka obat ini dapat diberikan minimal selama 6 bulan. Tetapi sekali lagi sangat dianjurkan stlh adanya data tes resistensi.

  2. muhammad saad

    Ass, Dok saya mau tanya. anak saya umur 3 tahun terkena TB. Dalam terapi penyembuhannya, ternyata selain mendapat oral untuk TB juga mendapat oat injek Streptomycin. pertanyaan saya apakah Streptomycin akan diberikan tetap 60 hari.

    1. @ndikaCP
      @ndikaCP

      Wasslk..Pak Saad..berdasarkan standar terapi dari WHO dan beberapa perkumpulan dokter paru maka pengobatan TB pada anak hanya menggunakan 3 macam obat yaitu INH, Rifampicin dan Pyrazinamide, karena sudah memberikan keberhasilan 95% pengobatan. Walaupun tidak ada larangan penggunaan Streptomycin pada anak tetapi aspek keberhasilan, aspek pasien harus juga dipertimbangkan. Pada kondisi khusus , streptomycin harus dipakai kalau TB sudah menyerang otak (TB meningitis) atau bisa digunakan pada kasus MDR (multi-drug resistant)(resistensi bantak obat TB).

  3. Yudi wahyudi

    Ass. Mf dok mau nnya nih. sya jga dlu prnah mnderita tb & d suntik slama 2 bln. Skrng udh smbuh skitar 6 blnan, tp knapa ya efek samping nya masih terasa juga, saya merasa gak seimbang kalo lagi berjalan, trus kepala saya juga sering terasa berat??

  4. Aditya Mohamad

    Ass. Dok
    Saya berumur 28 tahun, saat ini saya menderita TB Meningitis (TB otak) sudah disuntik Streptomycin sebanyak 60 kali, pernah juga diberikan obat INH, obat rimstar, kedua obat tersebut sudah dihentikan. Saat ini obat yang diberikan adalah obat Merislon, obat dexamethasone, obat Rimactazid (obat TB). saya sudah menderita penyakit ini sekitar 4 bulan sampai saat ini kepala saya masih terasa pusing, saya tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.
    Yang ingin saya tanyakan, apakah pengobatan tersebut sudah benar? Dan biasanya untuk penyakit TB otak dapat disembuhkan sampai berapa lama?

    1. @ndikaCP
      @ndikaCP

      Pak Adit..terima kasih atas pertanyaannya.
      Berdasarkan panduan pengobatan TB meningitis maka obat-obat yang diberikan sudah sesuai dengan panduan yg ada. Pengobatan TB meningitis biasanya dilakukan selama 9-12 bulan dimana sangat tergantung akan perkembangan penyakit serta kondisi yg ada. Memang karena kuman TBnya menyerang sistem otak maka kadang-kadang anda masih merasakan pusing.
      Demikian disampaikan.terima kasih

      1. Aditya Mohamad

        Terima kasih atas informasinya Dok, mudah-mudahan bisa sembuh secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Switch to our mobile site