Torakosintesis atau Punksi Pleura

Punksi PleuraProsedur invasif yang harus dilakukan oleh dokter spesialis paru (Sp.P) untuk membuang cairan pleura dikenal juga dengan torakosintesis atau pleural tap atau punksi pleura. Tindakan ini biasanya dilakukan dengan bius lokal dan beberapa kepustakaan menganjurkan dilakukan di daerah garis tengah aksila (ketiak) pada iga 5,6 atau 7. Tujuan utama dari pengeluaran cairan pleura tersebut disamping untuk prosedur mencari penyakit tetapi juga untuk mengurangi keluhan sesak napas. Biasanya pasien dengan cairan pleura yang cukup banyak akan mengeluh sesak napas yang semakin lama semakin memberat. Hal ini disebabkan cairan di pembungkus paru tersebut menyebabkan paru tidak bisa mengembang dengan baik. Bayangkan seperti balon yang terisi air tentunya volume udaranya berkurang. Cairan pada pleura atau disebut juga efusi pleura, paru tidak bisa mengembang sempurna karena terdapat kantong (pembungkus) paru yang menekan parunya. Tetapi walaupun begitu pengeluaran cairan ini juga perlu kehati-hatian. Pengembangan paru yang cepat karena dikeluarkan cairan pleura lewat pleural tap ini bisa berakibat REPE (Re-expanded pulmonary edema). Sehingga seringkali dokter spesialis paru (Sp.P) menghentikan segera tindakan punksi pleura jika pasien batuk-batuk berlebihan, bertambah sesak napas atau dada bertambah berat yang menandakan paru sudah mulai mengembang atau bisa kita sebut gejala awal REPE. Jika keluhan itu tidak ada maka dokter spesialis paru (Sp.P) memiliki konsensus untuk mengeluarkan cairan pleura maksimal 1500 cc atau 1.5 liter/hari atau bisa lebih secara bertahap. Punksi pleura ini merupakan kompetensi dokter spesialis paru (Sp.P) yang harus dilakukan karena dengan tindakan ini bisa mengurangi keluhan sesak napas pasien karena penumpukan cairan di pembungkus paru (efusi pleura). #dokterparu##pulmonologi#