Peak Flow Meter (PFR), Pemeriksaan Mudah nan Berguna

16142296_10154963155073158_5955646235802096998_nAlatnya kecil, panjang, cara pakainya sederhana tapi manfaatnya banyak. Eits..Pikiran jangan kemana-mana ya..! Ya dokter spesialis paru (Sp.P) memiliki alat tersebut. Alatnya bernama Peak Flow Meter (PFM) yaitu alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan pengeluaran udara paksa. Jadi dengan mengetahui kemampuan hembusan napas pasien maka dokter spesialis paru (Sp.P) dapat memprediksi apakah seseorang mengalami serangan asma atau asmanya kambuh. Disamping itu hasil pemeriksaan ini juga mampu melihat variabiliti atau variasi kemampuan mengeluarkan udara dari paru sehingga dapat memprediksi apakah seseorang memiliki hipereaktif saluran napas. Bagi pasien asma yang memiliki alat ini akan memudahkan mereka untuk melihat perkembangan pengobatan asma disamping digunakan sebagai penanda bahwa serangan asma bakalan terjadi. Seorang dokter spesialis paru (Sp.P) seringkali menggunakan hasil pemeriksaan alat ini yang disebut Peak Flow Rate (PFR) atau Arus Puncak Ekspirasi (APE) sebagai objektif pasien akan dirawat inap atau rawat jalan. Tentu hasil pemeriksaan alat ini dipengaruhi beberapa faktor seperti posisi pemeriksaan, jenis kelamin, usia, kekuatan otot pernapasan dan tinggi badan. Jadi bagi pasien sesak napas terutama asma jangan kaget disuruh tiup napas seperti meniup lilin menggunakan PFM sekalipun anda tidak lagi ulang tahun karena hasil evaluasi dari “tiup lilin” ini dijadikan dokter spesialis paru (Sp.P) melihat pengobatan yang diberikan berhasil atau tidak. #dokterparu##pulmonologi#