Inhaler Dosis Terukur

16266180_10154966303733158_7031190210909777946_nSesak napas merupakan keluhan yang paling ditakuti penderita asma. Banyak pasien asma mengeluhkan rasanya sesak napas seperti napas pendek, tersengal-sengal bahkan ada mengatakan seperti tercekik. Tapi umumnya pasien asma mengatakan saat sesak napas ada bunyi “ngik-ngik” atau menciut-ciut atau dikenal dengan bengek. Tentu sesak napas akibat kambuhnya asma dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Untungnya saat ini dengan kemajuan teknologi kedokteran maka sudah ada obat asma yang bisa dibawa kemana saja karena ukurannya relatif kecil dan ringan. Salah satu contohnya adalah Metered Dose Inhaler (MDI) atau Inhaler Dosis Terukur (IDT). Alat yang dikenal juga sebagai obat inhaler pada asma berisikan obat yang mampu melapangkan saluran napas (bronkodilator). Inhaler berisi bronkodilator saat ini menjadi “kebutuhan” karena cara penggunaan mudah, dosisnya relatif lebih kecil dibanding tablet/suntikan dengan kerjanya cepat serta resiko efek samping yang minimal. Sebenarnya didalam inhaler berisi serbuk dengan ukuran kurang lebih 5 mikron sehingga diharapkan dengan ukuran partikel tersebut dapat masuk ke saluran napas. Walaupun cara pakai cukup mudah tetapi dokter spesialis paru (Sp.P) wajib menjelaskan, mengevaluasi penggunaan inhaler agar hasilnya lebih efektif bagi pasien. Disamping itu harus disampaikan ke pasien yang menggunakan inhaler untuk selalu berkumur setelah menghirup inhaler agar serbuk-serbuk yang tertinggal dimulut dibuang sehingga kebersihan mulut tetap terjaga. Bagi seorang dokter spesialis paru (Sp.P) pengetahuan akan cara pakai, dosis, obat-obatan serta evaluasi tentang pemakaian obat asma terutama obat inhaler menjadi “harus” tentu semuanya demi kebaikan dan kesembuhan pasien.#bukaniklan##dokterparu##pulmonologi#