Beberapa hal tentang Bronkoskopi

16266317_10154977418398158_1586454208816782245_nBronkoskopi memang prosedur rutin yang dilakukan oleh dokter spesialis paru (Sp.P) terutama jika memang dibutuhkan untuk pengambilan sampel serta untuk melihat “gambaran” saluran napas. Bagi seorang dokter spesialis paru (Sp.P) tindakan bronkoskopi bukanlah tindakan yang mudah dan pastinya memiliki resiko bagi pasiennya. Sehingga persiapan pra bronkoskopi sangat diperlukan untuk meminimalisir resiko yang dapat terjadi selama dan bahkan pasca bronkoskopi. Tentu berbagai pusat pendidikan atau center di bidang intervensi paru mereka memiliki keahlian dan teknik tersendiri dalam melakukan bronkoskopi. Sebagai contoh di Eropa lebih banyak memasukan bronkoskop-nya melalui hidung dibanding pusat paru di Asia yang cenderung memasukan bronkoskop melalui mulut. Disamping itu posisi saat dilakukan bronkoskopi juga bermacam-macam. Ada yang melakukan pada posisi supine (tidur telentang), duduk, setengah duduk bahkan posisi lateral. Sekali lagi seorang operator (dokter spesialis paru, Sp.P) dapat memilih berbagai posisi yang tergantung dari kondisi pasien termasuk “keahlian” dokter spesialis paru (Sp.P) tersebut. Tapi kebanyakan kasus, cenderung tindakan bronkoskopi dilakukan pada posisi tidur telentang. Tetapi jika pasien tidak bisa dilakukan tidur telentang karena sesak napas maka dilakukan posisi duduk atau setengah duduk. Pada prinsipnya operator dapat memainkan scope nya dengan nyaman, orientasi anatomi saluran napas dipahami dan tentu resiko memburuknya pasien dapat dihindari, dan tujuan tindakan bronkoskopi tercapai.#bukaniklan##dokterparu#pulmonologi#