Pentingnya pengetahuan molekular dibidang kedokteran respirasi

16386977_10154987188913158_5824136671023722720_nSaat ini banyak bidang tidak lagi berbicara tentang hal yang bersifat makro tapi sudah membicarakan hal yang bersifat nano (ukuran molekul yang kecil). Termasuk dibidang kedokteran terkhusus lagi di bidang paru dan respirasi. Pemahaman yang bersifat “molekular” menjadi wajib dipahami oleh dokter spesialis paru (Sp.P). Saat ini banyak penyakit paru diketahui sangat erat kaitannya dengan kelainan protein atau gen tertentu termasuk banyak pemeriksaan yang menggunakan metoda-metoda terkait biologi molekular. Walaupun dokter spesialis paru (Sp.P) tidak dituntut bisa mengoperasikan alat-alat pemeriksaan yang berhubungan dengan biologi molekular seperti PCR (polymerase chain reaction), Reverse Transcription-PCR (RT-PCR), Real Time-PCR (qPCR), FISH assay dll tapi mekanisme serta pemahaman akan biologi molekular terkait alat tersebut sangat penting diketahui. Di samping itu pengobatan juga semakin “menyempit” yang sebelumnya bersifat populasi (umum) tapi menjadi lebih personal (individual). Hal ini dikarenakan semakin terkuaknya “bahasa sang pencipta manusia yaitu Allah SWT lewat DNA, RNA, gene, kromosom, nukleotida, kodon, asam amino, protein dll yang menunjukan ada “kekhususan” tertentu pada masing-masing individu. Sebagai contoh pemberian terapi pada kanker paru yang dengan penanda (marker) tertentu maka obatnya juga khusus sesuai dengan sensitifitas atau resistensi dari penanda tadi. Artinya dimasa depan seorang dokter tidak bisa lagi memberikan obat A untuk semua orang karena dengan pemeriksaan tertentu memberikan “guidance” bagi dokter untuk memberikan obat yang cocok untuk individu tertentu. Message bagi kita semua jangan sombong dan pongah jadi orang..dibawah “DNA” ada lagi molekul nukleotida yang lebih “kecil”..diatas langit masih ada langit..
Keterangan: foto “central dogma” di ambil dari wikipedia dan foto pribadi dengan alat PCR.#bukaniklan##dokterparu##pulmonologi#