Berkembangnya “molecular medicine” pada kanker paru

16427218_10154990385998158_6866581503645144498_nMasih terkait biologi molekular ataupun “personalized medicine” pada penyakit paru. Kita fokus pada kanker paru. Sampai saat ini kanker paru masih merupakan masalah besar di bidang “per-kanker-an” dan tentunya bagi dokter spesialis paru (Sp.P). Hal ini disebabkan karena kematian disebabkan kanker paru masih tinggi. Tentu banyak faktor menyebabkan hal ini terjadi. Tingginya angka perokok di Indonesia, penemuan kasus kanker paru pada stadium lanjut, belum ada deteksi dini yang efektif sehingga menyebabkan terapi yang diberikan menjadi sangat terbatas. Tapi ada secercah harapan dengan berkembangnya ‘molecular medicine” pada kanker paru. Sudah diketahui terdapatnya perubahan nukleotida atau asam amino (mutasi) pada gen tertentu pada kanker paru yang dapat memicu berubahnya sifat sel menjadi sel kanker memberikan harapan baru pada pasien dan keluarga. Pemeriksaan sampel secara makroskopis dan mikroskopis saja tidak cukup, saat ini diperlukan pemeriksaan secara molekular. Sehingga diketahui perubahan secara molekular pada sampel yang didapatkan tadi. Walaupun begitu pengetahuan mutasi gen pada kanker paru belum memberikan perubahan yang “sangat sangat drastis” meskipun terdapat perbaikan dalam masa tahan hidup dan toksisiti obat yang lebih ringan dengan pemberian obat yang disebut terapi target. Di sebut terapi target karena obat yang diberikan langsung fokus untuk “menembak” si gen atau molekul protein yang berubah tadi. Sehingga sel-sel normal lain dalam tubuh tidak ikut-ikut dihancurkan oleh terapi target. Tentunya secercah harapan dari terapi target tidak dapat berdiri sendiri. Pada kanker paru masih diperlukan pengobatan secara multimodaliti. Tetapi dengan berkembangnya “molecular medicine” maka dokter spesialis paru (Sp.P) juga dituntut memahami mekanismenya dan akhirnya paham akan manfaat terapi target.#bukaniklan##dokterparu##pulmonologi##worldcancerday#