Pengeluaran cairan pleura dengan “pig tail”

16587227_10155006401048158_1744015324515172026_oBanyak metoda yang dapat dilakukan untuk untuk mengalirkan cairan yang menumpuk di pembungkus paru yang disebut efusi pleura. Bisa dilakukan dengan cara punksi pleura dengan menggunakan jarum infus, chest tube untuk pemasangan WSD bahkan didaerah-daerah banyak dokter spesialis paru (Sp.P) berimprovisasi dengan drain menggunakan foley cathether atau pakai slang NGT. Tentu semua metoda tersebut ada keuntungan dan kerugiannya serta terpenting sterilitas tindakan. Tapi saat ini ada “mainan” baru dokter spesialis paru (Sp.P) untuk mengeluarkan cairan pleura yang bisa digunakan untuk jangka lebih lama sehingga pasien tidak perlu “ditusuk-tusuk” lebih sering, ukurannya kecil sehingga bisa dibawa pulang ke rumah. Prinsipnya sebenarnya sama saja…. sehingga dokter spesialis paru (Sp.P) yang sering melakukan punksi pleura atau pemasangan WSD akan mudah memasang alat “pig tail cathether” ini. Saya tidak tau kenapa disebut “pig tail catheter” tapi bukan berarti bahannya berasal dari “pig”. Kemungkinan disebut pig tail karena bentuk ujung kateternya yang berbentuk setengah lingkaran (lengkung) mirip “tail” si “pig”. Tapi bentuk lengkung itu bertujuan untuk mengurangi gesekan tajam dengan organ didalam pleura. Kateter bentuk “pig tail” ini mempunyai banyak lobang kecil di ujungnya sehingga memudahkan cairan untuk keluar melalui kateter ini. Dengan latihan singkat umumnya pendamping pasien dapat membantu mengeluarkan cairan pleura bila sewaktu-waktu diperlukan termasuk kalau dilakukan dirumah sehinggga pasien dengan menggunakan alat ini bisa rawat jalan segera.Keterangan: foto pig tail dari internet. #bukaniklan##dokterparu##pulmonologi#