Mengetahui gas dalam darah

16683893_10155011127503158_5253078306608191232_nProses respirasi memang bukan hanya proses ventilasi (masuknya oksigen) saja tapi juga ada tahap difusi (perpindahan oksigen dari saluran napas ke darah) serta perfusi (oksigen dibawa darah ke seluruh jaringan) sehingga akhirnya bermanfaat untuk proses metabolisme tubuh. Dalam darah, Oksigen ini berikatan dengan komponen darah yang disebut hemoglobin (Hb). Dalam bahasa awam diibaratkan oksigen sebagai penumpang dan hemoglobin (Hb) sebagai kendaraannya sehingga mampu “mengunjungi” seluruh jaringan tubuh. Ikatan oksigen dengan Hb ini dalam bahasa medis disebut sebagai saturasi oksigen (SO2). Dalam praktek sehari-hari seorang dokter spesialis paru (Sp.P) sering membutuhkan data SO2 ini terutama untuk mengetahui beratnya kondisi pasien. Saturasi oksigen (SO2) sebagai presentasi hemoglobin yang berikatan dengan hemoglobin dapat diketahui dengan memeriksa darah arteri yang disebut pemeriksaan analisa gas darah (AGD). Tentu dalam AGD bukan hanya mengetahui saturasi oksigen (SO2) saja tapi juga komponen lain seperti CO2, HCO3 dll. Dokter spesialis paru (Sp.P) harus paham dan mengerti tentang hasil AGD ini sebagai “pijakan” dalam memberikan terapi oksigen dan mengetahui gangguan yang terjadi dalam proses respirasi/metabolik pada pasiennya. Salah satu komponen dalam AGD yaitu saturasi arterial oksigen (SaO2) yang normalnya antara 95-100%. Disamping mengetahui lewat pemeriksaan AGD dari darah arteri, saturasi oksigen juga dapat diketahui dari darah vena (SvO2) serta melalui alat pulse oxymeter. Pulse oxymeter adalah perangkat kecil yang dapat menilai kejenuhan oksigen dalam darah (saturasi oksigen perifer) (SpO2) berdasarkan absorbsi warna pada jari. Memang antara SaO2 dengan SpO2 tidak identik tetapi cukup berkorelasi, disamping pulse oxymeter ini tidak invasif, mudah dibawa dan tidak mahal. Tetapi perlu diingat walaupun “tool” gas darah dapat dilakukan melalui pemeriksaan arteri, atau saturasi oksigen perifer melalui pulse oxymeter tetapi yang terpenting kemampuan dokter dalam melakukan analisa gas darah (AGD) termasuk saturasi oksigen (SO2) demi tatalaksana pasien yang baik. #bukaniklan##dokterparu##pulmonologi#