Hipertensi pun bisa terjadi di paru

18341680_10155276399123158_2402685158116433208_nKalau dikatakan hipertensi maka akan terbayang tensimeter yang dapat mengukur tekanan darah pada lengan seseorang. Memang bagi orang awam saat ini hipertensi yang dikenal adalah hipertensi sistemik. Mungkin anda sudah tahu bahwa hipertensi berasal dua kata hyper=tinggi/berlebihan dan tension=tekanan. Tetapi mungkin anda belum mengetahui bahwa hipertensi pun dapat terjadi di paru. Jika hipertensi terjadi di paru maka disebut hipertensi paru atau hipertensi pulmoner atau lebih dikenal pulmonary hypertension. Hipertensi yang anda kenal selama ini disebut juga sebagai hipertensi sistemik karena yang diukur adalah tekanan dari sirkulasi sistemik. Dalam tubuh manusia terdapat dua aliran darah yang dua duanya sangat penting. Yaitu sirkulasi sistemik yang mengalir ke seluruh tubuh yang berasal dari atrium kiri, ventrikel kiri melalui aorta kemudian mengalir keseluruh organ. Karena harus mengalir ke seluruh tubuh maka tentu tekanan yang harus dilakukan jantung kiri lebih kuat dan lebih tinggi. Tetapi tidak dengan sirkulasi yang kedua yang disebut sirkulasi pulmoner. Sirkulasi pulmoner yang berasal dari aliran balik darah dari organ ke jantung kanan memiliki tekanan yang relatif rendah. Rata-rata tekanan darah pada arteri pulmoner adalah 15mmHg. Perlu diketahui aliran darah balik dari organ akan menuju atrium kanan kemudian berlanjut ke ventrikel kanan kemudian ke arteri pulmoner. Dari arteri pulmoner akan menuju arteriola pulmoner, kapiler paru untuk kemudian melakukan pertukaran gas pada paru. Pertukaran gas disini adalah masuknya oksigen dan dibuangnya karbondioksida yang berasal dari darah balik. Setelah pertukaran gas tersebut maka aliran darah akan menuju vena pulmonalis untuk kemudian menuju atrium kiri, ventrikel kiri dan dilanjutkan lagi ke seluruh organ.
Hipertensi pulmoner dapat terjadi jika tekanan yang diperlukan oleh arteri pulmonalis lebih tinggi dari semestinya untuk mengalirkan darah ke paru. Dari konsensus para ahli dikatakan seseorang menderita hipertensi paru jika tekanan rata-rata arteri pulmonalis besar sama dengan 25mmHg saat istirahat. Tentu banyak penyebab sehingga tekanan arteri pulmonalis lebih dari normal. Saking kompleksnya maka hipertensi pulmoner ini oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) membaginya atas 5 kelompok. Pengelompokan ini didasari atas keluhan, mekanisme dan terapinya. Tapi pada praktek sehari hari kita sangat perlu membedakan apakah ini kelompok Pulmonary arterial hypertension atau kelompok lain. Perlu diingat pulmonary artery hypertension tidak sama dengan pulmonary hypertension. Tapi pulmonary hypertension adalah pulmonary arterial hypertension. Agar tidak tambah bingung, saya cukupkan ulasan saya tentang hipertensi paru sampai disini dulu ya. Kita sambung lain waktu..#dokterparu##bukaniklan#

18301545_10155276399093158_5466281001410405453_n