Polysomnography alat untuk memeriksa tidur anda

16830841_10155042050698158_1095807305947839574_nTidur kalau terganggu memang bikin capek, lemas maka berbagai cara orang berusaha mendapatkan tidur yang berkualitas. Mengorok (snoring) dulu dianggap sebagai tidur yang pulas bahkan dianggap tidurnya sangat berkualitas. Padahal anggapan seperti itu tidaklah sepenuhnya benar. Untuk itu diperlukan pemeriksaan “snoring” melalui alat pemeriksaan polysomnography (PSG). Melalui polysomnography dapat diketahui apnea/hipopnea index (AHI)nya untuk menentukan normal atau abnormal kalau abnormal seberapa berat sleep apneanya. Jika diketahui AHI lebih 5X/ jam maka ngoroknya bukan normal lagi artinya frekuensinya melebihi normal. Tapi nilai itu saja tidak cukup karena ngorok bisa disebabkan obstruksi di saluran napas (OSA) atau bisa jadi pengaruh otak (Central sleep apnea) atau mix dari dua kelainan tersebut. Untuk itu pemeriksaan polysomnography pun macam-macam disesuaikan dengan kemampuan deteksinya. Polysomnography ada 4 level yang menunjukan perbedaan pada “channel” deteksinya. Pada level 1 terdapat bisa 24-12 channel deteksi mulai flow napas, oksigen bahkan gerakan otot perut, dada serta sinyal otak selama tidur. Sehingga deteksi snoring (sleep apnea) dengan menggunakan PSG level 1 dan 2 bisa mendeteksi apakah sleep apnea karena obstruksi atau masalah otak (central) atau keduanya. Biasanya PSG level 1-2 ini bersifat hospital based artinya memerlukan perawatan satu hari di RS sedangkan level 3-4 bisa dilakukan di rumah masing2 karena channel nya sedikit sehingga penggunaannya mudah. Tetapi psg level 3-4 ini karena channel deteksi sedikit tidak bisa membedakan apalah disebabkan oleh central sleep apnea. Walaupun begitu 70-80% kelainan sleep apnea bersifat obstruksi di saluran napas. Yang pasti bagi anda yang memiliki ngorok (snoring) segera memeriksakan diri ke dokter spesialis paru (Sp.P) karena kompetensi ini dimiliki oleh spesialisasi ini. note: gambar mesin PSG level 4 dan PSG level 1. #bukaniklan##dokterparu##pulmonologi#