Ronsen Dada Menambah Keakuratan Diagnosis Dokter Paru

16998848_10155061387643158_4166122872473428966_nTidak selamanya melalui tanya jawab (anamnesis) dan pemeriksaan fisis yang dilakukan dokter maka akan bisa segera membuat diagnosis pasti. Walaupun dari kedua hal tadi maka setidaknya dokter dapat membuat diagnosis yang disebut diagnosis kerja dengan beberapa kemungkinan lain yang disebut diagnosis banding. Dokter spesialis paru (Sp.P) pun demikian..seringkali memerlukan pemeriksaan tambahan yang disebut pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang paling banyak diminta oleh dokter spesialis paru (Sp.P) adalah pemeriksaan ronsen dada. Bagi masyarakat kitapun pemeriksaan ronsen dada mungkin salah satu pemeriksaan yang hampir pasti sudah pernah mengalaminya. Memang banyak sekali indikasi-indikasi kenapa pemeriksaan ini dilakukan. Tentu sekali lagi, bagi dokter spesialis paru (Sp.P) berguna untuk lebih meng-akurat-kan diagnosis pasiennya. Sehingga seorang dokter spesialis paru (Sp.P) harus bisa menganalisis hasil pemeriksaan ini. Sebelum mengevaluasi hasil pemeriksaan ronsen dada maka dokter spesialis paru (Sp.P) harus melihat apakah teknik-teknik yang dilakukan sudah cukup baik atau dengan kata lain foto toraksnya layak untuk dibaca atau tidak. Disamping itu kehati-hatian pun diperlukan untuk memastikan apakah identitasnya sama atau malah berbeda. Seiiring dengan kemajuan teknologi maka ronsen dada pun ada yang bersifat digital yang artinya melalui layar monitor bisa langsung melihat, me-eveluasi hasil nya termasuk dalam memperjelas, memperbesar gambar ronsen, persis seperti kita melakukan edit foto-foto “selfie” kita. Melalui ronsen dada ini pun dokter spesialis paru (Sp.P) bukan saja bisa melihat gambaran paru tetapi juga tulang rusuk, jantung, diafragma, saluran napas (trakea), kelenjar getah bening, tulang belakang dll. Tentu pemeriksaan ini memiliki keterbatasan-keterbatasan yang menyebabkan dokter spesialis paru (Sp.P) dengan bantuan ahli radiologi (Sp.Rad) melakukan pemeriksaan imaging yang lebih canggih.#bukaniklan##dokterparu##pulmonologi#