Mengenal lebih dekat tentang “Terapi Cuci Paru”

Persiapan bronchial toilet di ruang intensive care

Persiapan bronchial toilet di ruang intensive care

Beberapa tahun terakhir tindakan “terapi cuci otak” (brain wash) menjadi polemik karena masih menjadi perdebatan tentang manfaatnya. Dibidang paru ada pula “terapi cuci paru” (bronchial washing) bedanya tindakan ini bukanlah tindakan yang  kontroversi dan sebenarnya tindakannya sudah lama dilakukan oleh dokter paru. Terapi cuci paru ini atau sering dikenal juga dengan bilasan bronkus atau kadang kadang disebut bronkial toilet merupakan salah satu prosedur diagnostik dan juga terapi dengan menggunakan alat bronkoskop. Bronkoskop atau banyak dikenal dengan endoskop merupakan suatu alat fiberoptik (bisa juga berupa rigid) yang berupa slang berisi sistem video serta mempunyai kemampuan untuk melakukan “penyedotan” termasuk “pengguntingan”untuk pengambilan benda asing atau jaringan didalam saluran napas yang disebut bronkus. Tentu kemampuan bronkoskop menembus dalam bronkus tergantung ukurannya, tentu semakin kecil ukuran scope-nya maka bisa masuk ke bronkus yang lebih dalam. Sebagian pembaca tentu masih bertanya, apa sih bronkus itu?. Saluran napas kita diibaratkan seperti pohon dengan cabang-cabang atau sungai dengan selokan-selokannya. Tentu saluran napas yang besar kita sebut trakea kemudian bercabang menjadi bronkus utama kanan dan kiri sampai bercabang ke bagian yang lebih kecil yang bisa dimasuki scope disebut bronkus segmen atau tertiary bronchus. Sedangkan penyedotan sendiri atau pengambilan jaringan dapat dilakukan  pada cabang saluran napas yang lebih kecil yang disebut bronkiolus bahkan alveolus.

 

Dalam perawatan intensif problem yang paling banyak terjadi adalah terjadinya infeksi paru yang menyebabkan usaha napas pasien bertambah yg bisa menyebabkan terjadinya gagal napas sehingga memerlukan ventilasi mekanis (ventilator). Pada pasien infeksi paru sering juga disertai produksi sekret/dahak yang banyak dan kental sehingga pada pasien perawatan kritis kemampuan batuk yg minimal memerlukan bantuan penyedotan(suction). Suction pada banyak kondisi hanya mampu meyedot sampai daerah saluran napas atas. Disinilah ketrampilan dokter paru dibutuhkan yaitu melakukan bronkoskopi dengan tujuan penyedotan sekret/dahak yang berada di saluran napas bawah. Di banyak RS prosedur ini dikenal sebagai “bronkial toilet”. Disebut bronkial toilet mungkin karena dilakukan pembuangan kotoran/sekret yang berada disaluran napas bawah/bronkus. Sehingga dengan dilakukan pembersihan sekret tersebut diharapkan bukan hanya didapatkan material untuk pemeriksaan tetapi juga membersihkan saluran napas sehingga diharapkan proses ventilasi-difusi semakin baik. Seringkali prosedur bronkial toilet ini sangat beresiko karena pasien sudah berada dalam kondisi “respiratory stress” bahkan sudah pada kondisi gagal napas. Tetapi dengan kolaborasi dengan ahli anestesi, perawat dan tentunya dokter paru yang melakukan bronkoskopi tersebut diharapkan. proses berjalan lancar demi kebaikan pasien.

#dokterparu##gawatdaruratparu##bronkoskopi##pulmonologi#