Menderita Tuberkulosis (TB) Paru saat hamil

TB dan hamilTuberkulosis paru memang penyakit yang tidak memandang kondisi, bahkan pada kondisi hamil pun TB paru dapat berkembang. Perkembangan TB paru pada ibu-ibu hamil mengalami masa yang penanganannya sangat bertolak belakang. Dulu, TB paru dianggap salah satu indikator perbaikan jika dibandingkan perempuan yang tidak hamil. Pada masanya ibu hamil dengan TB paru dianggap lebih beruntung dibanding perempuan tidak hamil yang menderita TB paru. Kemudian ilmu terus berkembang tetapi pada abad ke 19 maka TB paru merupakan indikasi untuk aborsi pada ibu hamil. Seiiring ditemukannya obat-obat TB paru dengan ilmu kedokteran terus berkembang maka TB paru bukan lagi indikasi untuk aborsi.
Tetapi walaupun begitu, masih ada ketakutan dikalangan masyarakat terutama ibu hamil yang menderita TB paru untuk minum obat anti TB akan mempengaruhi janin dan kehamilannya secara umum. Stigma itu bahkan belum hilang dikalangan medis sekalipun sehingga perlu update ilmu kedokteran terutama jika kita kaitkan tentang kehamilan dan tuberkulosis. Saat ini obat-obat anti TB paru dapat kita bagi atas dua kelompok yaitu OAT lini 1 dan OAT lini 2. Obat anti tuberkulosis (OAT) lini pertama itu adalah isoniazid (INH), rifampicin (R), Pyrazinamid(Z), Etambutol(E) dan Strepomycin (injeksi). Berdasarkan panduan dari WHO belum ada laporan teratogenik atau efek obat yang menyebabkan kecacatan terhadap janin jika diberikan saat kehamilan untuk obat anti TB lini pertama kecuali untuk Streptomycin. Untuk Streptomycin yang termasuk obat golongan aminoglikosida dan digolongkan sebagai OAT lini 1 memang dilarang digunakan untuk penderita TB paru dalam kondisi hamil. Dengan begitu penderita TB paru dalam kondisi hamil yang digolongkan dalam kasus baru dapat diobati dengan INH, Rifampicin, Etambutol dan Pyrazinamid. Bukan saja jenis obatnya sama, WHO juga memberikan panduan bahwa dosis obatnya pun disamakan dengan penderita TB paru lainnya. Dengan kata lain untuk penderita TB paru kasusĀ  baru dengan kehamilan maka panduan obat dan tatacaranya tidak berbeda dengan penderita TB paru yang tidak hamil.