Hubungan jenis kelamin bayi dengan kondisi asma saat hamil

asma hamil 1Asma saat ini masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Di Indonesia asma cenderung mengalami peningkatan prevalensinya terutama di daerah perkotaan yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Kehamilan merupakan salah satu faktor yang ikut mempengaruhi keadaan asma itu sendiri, apakah perempuan hamil dengan asma akan memburuk, membaik atau sama saja?. Dalam beberapa penelitian dinyatakan bahwa penderita asma yang sedang hamil tersebut 1/3 asmanya akan memburuk, 1/3 membaik dan 1/3 sama dengan kondisi bukan hamil. Banyak peneliti berhipotesis tentang penyebab memburuk atau membaiknya asma saat hamil tersebut. Salah satunya adalah hubungan antara jenis kelamin janin yang dikandung dengan perbaikan atau perburukan asma yang diidap si ibu hamil. Hubungan antara jenis kelamin ini diduga disebabkan karena pengaruh hormonal. Dalam beberapa penelitian ditemukannya perburukan asma lebih banyak ditemukan pada ibu yang mengandung janin peremuan. Pada ibu hamil dengan janin perempuan mengunjungi IGD lebih sering dibanding janin laki-laki. Begitu juga, pada ibu hamil dengan janin laki-laki mempunyai nilai PEF dan VEP1 lebih baik. Hubungan hormonal ini juga diduga mempengaruhi imunitas seluler yang akan menginduksi sitokin-siokin inflamasi. Melalui suatu pemeriksaan didapatkan marker anti inflamasi meningkat pada ibu hamil dengan janin laki-laki dibanding janin perempuan. Berikutnya apakah perburukan asma dapat dijadikan penanda janin yang dikandung?walluhualam..