Eksaserbasi asma pada kehamilan

asma hamilAsma merupakan penyakit yang dihubungkan dengan inflamasi kronik jalan napas yang melibatkan berbagai sel-sel inflamasi yang menyebabkan hipereaktivitas bronkus yang menyebabkan gejala-gejala yang bersifat episodik dan derajat obstruksi saluran napasnya bervariasi serta bersifat reversibel. Tujuan utama penanganan asma adalah mencegah eksaserbasi penyakit asma itu sendiri. Jika kita kaitkan dengan kehamilan tentunya tujuannya sama yaitu mencegah serangan eksaserbasi pada ibu hamil dengan asma. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi eksaserbasi asma saat hamil yaitu kondisi asma sebelum hamil, obesitas,perawatan kehamilan (antenatal care) yang buruk, merokok, rhinitis, infeksi virus serta pengunaan obat pengontrol yang tidak teratur. Dalam suatu penelitian di Amerika Serikat diketahui bahwa angka kunjungan ke IGD akibat eksaserbasi asma pada ibu hamil sekitar 5-8%. Di Jepang, sekitar 30% ibu hamil pernah mengalami serangan eksaserbasi dan risikonya semakin menngkat pada ibu hamil yang obesitas. Eksaserbasi asma pada kehamilan paling sering muncul pada trimester 2 (25-36 minggu).
Penanganan eksaserbasi pada kehamilan tersebut pada prinsipnya sama dengan serangan asma di luar kehamilan. Tetapi memerlukan kerjasama yang baik antara pulmonologist (dokter paru) dengan obstetrician (dokter kandungan) karena tujuan penanganan asma pada kondisi hamil adalah untuk memperbaiki kualitas ibu hami dan kondisi janin. Artinya pemakaian obat inhalasi Beta2 agonist masih yang utama. Hal lain yang perlu dipertimbangkan juga adalah efek eksaserbasi asma ibu hamil terhadap janin yang dikandung lebih besar dibanding efek obat-obat asma terhadap kehamilan itu sendiri. Dengan kata lain, penanganan asma pada ibu hamil dengan panduan yang ada sekarang sama dengan panduan pada penderita asma lainnya. Bagaimanapun pada ibu hamil dengan asma sangat memerlukan pencegahan eksaserbasi melalui perawatan antenatal yang teratur dan baik, pemakaian inhalasi kortikosteroid untuk asma persisten, menghindari pencetus ekaserbasi.