Pentingnya ibu dilihat dari sudut genetika

Tulisan ini saya bikin..pada dasarnya adalah sebuah sebuah pemisalan yang didasari atas ilmu yang sedang saya dalami saat ini yaitu Human genetics and molecular biology. Saat sedang membaca sebuah text book yang berjudul Human Molecular Genetics..saya sedikit tertegun dan merenung saat saya sampai pada chapter “The genetic system: Chromosome”10629184

Cerita ini saya awali dengan sedikit pengetahuan tentang “basic genetics” karena itu pula yang baru saya pelajari. Seperti kita ketahui manusia mempunyai “blue print” yang tertulis secara rapi didalam untaian deoxyribonucleic acid yang panjang, diperkirakan pada tubuh manusia terdiri dari 3 triliun nucleotide bases. Untaian DNA tersebut tersusun secara rapi dalam kromosom. Kromosom merupakan bentuk mikroskopk yang terdapat didalam nucleus sel tubuh.

Pada manusia terdiri dari 23 pasang kromosom yang 22 pasang diantaranya dimiliki sama antara laki-laki dan perempuan yang disebut juga autosom. Satu pasang kromosom yang tersisa adalah sex kromosom, dimana pada perempuan kedua kromosom tersebut memiliki morfologi yang sama yaitu X-kromosom sedangkan pada laki-laki sex kromosom terdiri dari X-kromosom dan Y-kromosom.

Dari sinilah mulai cerita tentang pentingnya seorang ibu bermula…Dalam proses pembelahan sel (division cell cycle) yang terdiri dari fase G1, S , G2 dan Mitosis..distribusi jumlah kromosom haruslah sama kepada “daughter cell”-nya..begitu juga dalam produksi sex-kromosom..proses meiosis bertanggung jawab akan “kelengkapan” kromosom pada gamet-gamet nya. Tetapi walaupun sudah begitu canggih kedua proses tersebut dalam menjaga “kelengkapan” kromosom kadang-kadang masih juga didapati kelahiran bayi dengan kekurangan atau kelebihan kromosom. Walaupun dengan kondisi kromosom autosom abnormal (aneuploidy) tersebut… kadang-kadang masih sering kita temukan bayi masih dapat bertahan hidup bahkan sampai umur 40 tahun contohnya Trisomy 21 (Down Syndrome). Disamping kromosom autosom abnormal, sering juga juga kelainan pada kromosom sex pada bayi baru lahir. Pada beberapa individu didapatkan kromosom sex abnormaliti seperti XXY, XXX atau XYY, tetapi walaupun begitu tidak banyak dampak pada individu dengan kelainan tersebut. Lain halnya pada individu yang hanya memiliki satu kromosom sex. Pada individu yang memiliki “single X-chromosome” ditemukan banyak kecacatan seperti infertiliti dan abnormaliti jantung tetapi biasanya masih didapati hidup. Lalu bagaimana dengan individu yang hanya memiliki “single Y-chromosome”…..???..Inilah yang saya pahami sebagai besarnya pengaruh ibu dalam kehidupan manusia…dari beberapa text-book yang saya baca diketahui bahwa “A single-Y condition has never been observed in a live-born human”…Luar biasa..artinya tanpa si X-kromosom maka “si manusia” tidak lah terbentuk…